Lumajang , SMK Negeri 1 Tekung baru saja telah selesai menyusun dokumen utama Teaching Factory yang dibimbing langsung oleh narasuber dari P4TK Pertanian Cianjur. Dr. Ir. Gusrina, M.Si., menjelaskan bahwa Teaching Factory merupakan suatu metode pembelajaran mampu mengantarkan siswanya mencapai kompetensi standar industri melalui tahapan proses pencapaian standar penguasaan motorik, kognitif, dan afektif serta memunculkan hasil belajar perilaku inspiratif-intuitif secara akademis dideskripsikan sebagai pembelajaran karakter.
Menurut beliau ada 4 komponen utama yang ada di dalam Teaching Factory, diantaranya :

  1. Analisis struktur kurikulum dan jam pelajaran
  2. Menghitung hari efektif
  3. Penentuan rasio pembelajaran
  4. Penyusunan jam pembelajaran struktur implementasi
 

Pelaksanaan Teaching Factory sesuai Panduan Teaching Factory Direktorat PMK terbagi atas 4 model, dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK yang telah melaksanakan Teaching Factory.

Adapun model tersebut  adalah sebagai berikut:

  • Model pertamaDual Sistem dalam bentuk praktek kerja industri yaitu pola pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai Experience Based Training atau Enterprise Based Training.
  • Model keduaCompetency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada metode ini, penilaian peserta didik dirancang sehingga dapat memastikan bahwa setiap peserta didik telah mencapai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.
  • Model ketiga, Production Based Education and Training (PBET) merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).
  • Model keempatTeaching Factory adalah konsep pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.